Salah Satu Mahasiswa Pertamina Korban Ketidakadilan Dalam Magang

Sumber gambar : jawapos.com

JAKARTA, PERISAI (31/10/21) – Berita anak magang viral di aplikasi Twitter yang terjadi di perusahaan startup yang akhir ini  menjadi perbincangan karena memiliki “prestasi” yang terbilang cukup baik. Perusahaan ini merupakan portal bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar  serta memberikan informasi seputar kampus. Selain itu, startup ini membuka lowongan magang bagi pelajar dan mahasiswa untuk menambah pengalaman.

Kisah ini bermula dari cuitan yang dilakukan akun Twitter @tatekbum. Ia membagikan cerita orang – orang yang pernah bekerja di perusahaan tersebut. Melalui unggahannya, pegawai magang ini harus mengerjakan tugas selayaknya pegawai tetap (full time) dan tidak sedikit mengerjakan tugas – tugas yang tidak sesuai dengan posisinya. Korban dari eksploitasi ini salah satunya merupakan mahasiswa Universitas Pertamina dan kami melakukan wawancara eksklusif kepada korban untuk mengetahui lebih lanjut.

Korban mengaku, tahu informasi magang dari aplikasi Instagram , selain itu korban juga sudah lama mengikuti perkembangan informasi yang diberikan oleh perusahaan ini. Karena korban juga sedang mencari magang dan dilihat perusahaan ini bagus dan menarik, maka ia mendaftar sebagai pegawai magang.

“Aku keterima magang di perusahaan ini , tapi pekerjaanku kaya Admin yang balesin chat dan direct message yang masuk.  “ ujar korban. Dalam kontrak  perusahaan ini ,tertera bahwa pegawai magang akan mendapatkan gaji sebesar Rp 100 ribu dan dikenakan denda bila resign sebesar Rp 500 ribu. Tidak hanya resign saja yang dikenakan denda, sakit juga dikenakan denda dengan nominal serupa walaupun sudah ada surat keterangan dari dokter atau bukti yang jelas, ini terbukti ketika rekan kerja korban ingin resign dengan alasan sakit tetapdikenakan denda. “Kalo kata aku mah ya, mending gausah dibayar sekalian dari pada dibayar tetapi regulasinya ga jelas” timpal korban.

Korban juga mengaku, bahwa ia dipaksa untuk berbohong oleh perusahaan tempat ia bekerja untuk melakukan riset terhadap Perusahaan A yang notabene nya pernah bekerjasama. Korban disuruh untuk melakukan riset Perusahaan A dengan mengatasnamakan Universitas Pertamina untuk mencari tahu apa yang sedang dikerjakan oleh partner perusahaannya bersama dua orang lainnya. Dua orang lain tersebut bukan mahasiswa/i Universitas Pertamina namun tetap membawa nama Kampus Pertamina. Lalu mereka melakukan wawancara bersama pemimpin dari Perusahaan A, namun beliau curiga karena merasa ada yang aneh.

Kemudian korban dan dua temannya ketahuan sedang berbohong karena beliau melihat di profil LinkedIn mereka tidak berasal dari kampus yang sama. Selanjutnya, korban dan kedua temannya di-mention di Instagram pemimpin Perusahaan A tanpa ada penjelasan yang jelas. Korban pun memberanikan diri bertanya dan ia diancam dengan pasal – pasal karena telah melakukan kebohongan. Tidak hanya itu, korban mendapatkan kecaman dari tempat ia bekerja dan dituduh mencemarkan nama baik serta disebut sebagai pembohong. Tidak hanya itu , korban diminta pertanggungjawaban dari kejadian tersebut walaupun tugas tersebut merupakan perintah yang diberikan kepada korban.Korban mengatakan ia sangat terbebani, down, stress dan sempat hilang semangat akibat dari kejadian tersebut. Dari masalah yang menimpa korban, ia masih diminta untuk  membayar denda walau sudah terbebani dan merusak nama baiknya.

Eksploitasi magang  bisa diartikan pemanfaatan kekuasaan untuk keuntungan sendiri. Eksploitasi magang ini rawan terjadi di perusahaan startup karena sampai saat ini pengawasannya pemagang nyaris tidak ada. Padahal pemerintah mengatur program magang dalam Undang – Undang (UU) No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan mendefinisikan sebagai

Dan peraturan  tersebut juga diatur dalam Cipta Kerja. Untuk pelaksanaanya diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2020 yang diantaranya mengatur hak pekerja magang seperti memperoleh bimbingan dari instruktur, memperoleh uang saku yang layak, hingga diikutsertakan dalam jaminan sosial.

Korban menyampaikan ini menjadi pengalaman yang cukup buruk dan berharap adik tingkatnya tidak mengalami kejadian yang serupa. Beliau berpesan bila ingin magang, harus melakukan riset dan bertanya kepada alumni dari tempat magang yang dituju, serta mencari informasi sebanyak – banyaknya agar tidak salah masuk. Diusahakan untuk mencari posisi yang sesuai dengan jurusan yang ditekuni dan tempat magang dengan lisensi yang jelas serta ternama.

EDITOR

ATE

SENJA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: